Kota Serang - Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono ikut menghadiri Audiensi dari Koalisi Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS) dan Markas Daerah tingkat II Kota Cilegon Penerus Pejuang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia Satuan Bembela Negara (PPPKRI-SAT BN), di Kantor Kanwil DJKN Banten, Senin (20/1/2020).

Hadir dalam audensi tersebut Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono SIK, Kepala Kantor Wilayah DJKN Provinsi Banten, Para Kabag di Kantor Kewilayahan DJKN Provinsi Banten, Kasat Intelkam Polres Serang Kota, Waka Polsek Serang AKP Ramses Panjaitan dan 7 Perwakilan dari GMAKS dan PPKRI-SAT BN.

Dalam audensi tersebut, koalisi GMAKS dan aliansi PPPKRI SAT-BN menuntut terhadap pihak Kanwil DJKN Banten agar menutup seluruh kubangan bekas galian dalam rangka mengantisipasi adanya jatuh korban. Terutama anak – anak yang bermain di sekitar lokasi kubangan.

“Kami juga meminta salinan data aset Negara di Provinsi Banten yang diawasi oleh Kanwil DJKN Banten. Menuntut pihak Kanwil untuk melakukan pelaporan yang terlibat perusakan aset. Dan agar melakukan pengamanan yang intens di lokasi Kubangan bekas galian,” pinta para aliansi kepada DJKN Banten saat menggelar Audiensi.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJKN menjelaskan bahwa Aset tersebut diserahkan ke Kantor DJKN Provinsi Banten tahun 2018. Pihaknya juga mengetahui jika ada penggalian sejak tahun 2018. Kemudian sudah melakukan penertiban bersama aparat penegak hukum.

“Kami akan menjaga Aset tersebut dan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak Kepolisian dan TNI dan kalau bisa akan dilakukan penghijauan,” kata ketua DJKN Banten Nuning SR Wulandari.

Nuning juga menegaskan, agar laporkan kepada pihaknya bila ada oknum DJKN yang melakukan tindakan yang tidak benar.

“Saya ucapkan banyak terima kasih atas informasi yang di sampaikan pada kami. Kami telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk pengamanan aset tersebut,” tandasnya.

Ditempat yang sama Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono, meminta agar segera melaporkan jika ada kegiatan penggalian. Dan pihaknya juga akan menyampaikan ke pak Kapolsek dan Danramil supaya kita pasang Police line agar tidak ada korban lagi.

“Kami akan mempelajari dulu masalah tindakan hukumnya, karena disini saya baru sekitar 5 bulan. Dan jika pihak LSM memiliki data – data yang akurat silahkan laporkan kepada kami atau ke Polda Banten,” pungkasnya. (Faizudin)

Sumber Berita: mediabantencyber.co.id